Sunday, February 15, 2015

analogi metafora

surya membara 
menyelinap di lapis-lapis besi
ego membara
menyelinap di lapis-lapis emosi

bumi berguncang
mengoyak retak anak tangga
hati berguncang
mengoyak retak rumah tangga

mulut membisu
tiada berkata kemudian dicaci
raga membisu
tiada usaha menyesal nanti

luka tergoreh
membekas perih di kulit mati
iman tergoreh
membekas dosa dan lalu mati

a Déjà Vu

in the light of evening you're dying of hunger

and decided to eat commons habitual supper

you offered the menu saying "the meal is lecker"

i said no my coffee is more more better


you're a freak of sleepless and smokes like endless

you forgot stuffs and naturally reckless

you dont blabber much and say things careless

even so, we went along better than the previous


i think i'm kind of misjudge you

for when it rains who gave me an umbrella is you

it feels like a Déjà Vu

a Déjà Vu

a Déjà Vu

cause someone ever did it to me too


i went home by the light of you under the moon

your car fragrance adhere my top that sweat at noon

in my dream that night i see us together eating macaroon

i hope that we could catch up again soon



tiny cotton candy

i was an innocent brat who did a crime

cause in this giant gaze of bliss i crossed the line

i barely remember the phrase of wicked 

it is free to put me in jail i'd be punished


when the sun goes down the sky

my sins were slipping by

through the warmth of laughters

through the jiggle of shoulders


this song is about some guilty plea

for thinking about tiny cotton candy idea

that dissolve at the tip of the tounge area

and unseen by the cornea

you'll see how lies works

you'll feel how lies worth


this last sips of caramel taste sweet and quench

i wish there are still more in my clench 

oh no

the swinging of clockwise is breaking the bench

but thanks to God, He forgive me by the drenched



Friday, January 23, 2015

another controv literate in 19th-Century

“What of Art?
-It is a malady.
--Love?
-An Illusion.
--Religion?
-The fashionable substitute for Belief.
--You are a sceptic.
-Never! Scepticism is the beginning of Faith.
--What are you?
-To define is to limit.” 


Oscar Wilde, The Picture of Dorian Gray (1891)



Tuesday, January 20, 2015

a flake of "Kaddish"

And you're out, 
Death let you out,
Death had the Mercy, 

you're done with your century, 
done with God, 
done with the path thru it
Done with yourself at last
Pure
Back to the Babe dark before your Father, 

before us all
before the world
There, rest.

No more suffering for you.
I know where you've gone, it's good.

by Allen Ginsberg, 1961




Friday, January 02, 2015

(r.b)

so its three in the morning. probably half four by the time i wrote this. lately im kind of having a little sleep disorder which i have no idea why. and that was the reason i thought about spending more time in the front of computer and watch a lot of movies.

it is a cold warm night where im taking my blanket on and crumple up by one of the masterpiece of human being. it belongs to the wondrous Rusty Borgens, who played by Nat Wolff, an ordinary (yet touchy) character in a movie ive just watched.


Wednesday, December 24, 2014

Ke entah berantah by Banda Neira

Dia datang saat hujan reda
Semerbak merekah namun sederhana
Dia bertingkah tiada bercela
Siapa kuasa

Dia menunggu hingga ku jatuh
Terbawa suasana
Dia menghibur saat ku rapuh
Siapa kuasa

Dan kawan
Bawaku tersesat ke entah berantah
Tersaru antara nikmat atau lara
Berpeganglah erat, bersiap terhempas
Ke tanda tanya

Rara Sekar & Ananda Badudu

Saturday, December 20, 2014

Tsundere

Kembali pada satu petang,

Saat waktu merayuku untuk pulang.

Teduh suaranya menderukan angin mendung,

menghempas lembut rambut-rambut pelipisku.

Ceritanya berbisik,

menggema walau sampai sadarku hampir sirna.

Lapis dinding dan kelabu langit mungkin bertanya-tanya,

mengapa senyum ini tidak lagi pudar.

Aku bilang,

"ada yang hadir dan menghapus semua getir"

Daun hijau kekuningan merona delima,

diatas bebatuan lapuk cokelat.

Percaya kah ia?

Biar ruang ini memang cuma sejentik,

namun lagu tentangnya,

akan selalu cantik.


(Tangerang Selatan, 15 Desember 2014)

Friday, December 19, 2014

bingkai penutup

Liebe Leute,

ich habe mich schon lange nicht mehr eingeloggt. Seit ein paar Monaten war ich noch sehr beschäftigt. Jetzt habe ich schon viel Zeit zu wieder schreiben, weil mein Deutschkurs schon fertig hat. Ich soll nun nur sitzen und mehr beten, damit meine Prüfung bestehen kann. Das walte Gott!

For the last six months i got morethan i gave. dari hal kecil sampai yg luar biasa besar. meskipun lagi-lagi satu gerbang harus ditutup kembali. bagi gue perpisahan adalah penyimpangan redudansi dalam satu kalimat panjang garis hidup, karna terjadi lebih dari dua kali. Schade..

berbeda dari saat putih abu-abu masih lekat di badan, memang bukan yang se-asik, se-tolol, dan se-konyol 17 tahun ke bawah. melainkan seperti kain Batik. mereka, yang kaya akan ragam. mereka yang jauh dari sama, tapi punya keunikan sendiri. the more beauty its pattern the more difficult it would be. from the cheapest to the most expensive. dari yang telaten ditulis pakai canting sampai printing yang instan tinggal cetak dari pabrik. batik-batik ini yang sebentar lagi akan di impor di belah bagian yang jauh dari tanah Maritim. yang akan menjadi kebanggaan merah-putih di bumi empat musim, di tanah kebangsaan otoriter Nazi.

kayak tatto yang di tusuk panas-panas di lapis kulit, i could never erase the remembrance. and why would i? together, we pursue our dreams. kami membantu membangun kapal masing-masing dan sama-sama menarik layar untuk kemudian bisa berlabuh. di ujung karang arah kami menyimpang. memang dermaga kami berbeda-beda, namun pulau kami masih satu. mungkin nanti kalau kaus belel dan jeans kami sudah berganti menjadi jas hitam atau heels 15 centi, kami akan bertemu lagi. sambil saling melontar pujian atau candaan basa-basi semacam "wah, gak salah lo pilih istri, mirip angelina jolie" atau "kayaknya lo bukan ibu nya dia deh, lebih mirip tetangga gue" 

Eigentlich weiß ich nicht mehr zu sagen. Ihr gefallt mir wahnsinnig gut :)

Schöne Ferien Bekasi, Makassar, Jakarta, Bontang, Bogor, Jambi, Depok, usw! Ich wünsche euch immer das Beste des Lebens. Auf wiedersehen.

Viele Grüße,
Nisa 

Monday, October 13, 2014

yang punya arti sendiri

Kami adalah sekumpulan jiwa-jiwa kosong penuh luka
Lalu dipertemukan di sebuah Rasi,
dalam satu bintang mati, Bumi.
Datang dari kabut yang tidak pernah sama.

Bak serdadu tegap meninggalkan nyamanya di belakang
Serta lalu memanggul asa di punggung
Demi cinta kami kepada dua pahlawan yang memerdekakan sebuah hidup sebuah nyawa

Satu-satu dari kami menyelipkan sayap tangguh di balik punggung,
serupa merpati putih.
Satu-satu dari kamu perlahan terbang,
menuju mimpi-mimpi kami.

Bom kecil kami tengah meledak
Membaur seperti kepingan daun gugur
Yang lalu menyatu dengan tanah
Yang menumbuhkan hijau rumput
Dan memberikan kehidupan baru

Lima wajah di sudut peron itu
Suatu hari akan menjadi seperti Matahari,
memiliki sinarnya masing-masing.

Saat peron kami berganti Departure International
Disitulah aku menunggu
Untuk kembali menjadi bagian,
dari kami.

(Gondangdia, 13 Oktober 2014)