soooo akhir-akhir ini bener2 busy rough week. hectic, tugas banyak banget, drama & dance barengan, ulangan menanti minggu depan, materi pelajaran makin susah, dan oracle2 ini (lpj-blanko) itu sangat mengganggu. nggak kerasa banget bentar lagi desember, holy month, dimana awal bulannya begitu indah, yap, ujian semester. another bad stuff will be; gue absen pertama, duduk paling depan. rasanya mau pindah kelas aja biar nggak absen satu. kalo adrian sih absen satu makes no sense, ketauan pinter lah gue gimana apalagi jepang. mau nihil apa nilai gue.
as one of human with religion, i consider my self as org yang alim dan berusaha untuk nggak mau nyontek. tapi apa daya gue gakbisa dan ujung-ujungnya gue butuh nilai gue untuk bagus dan mau gak mau harus minta jawaban temen. jadiiii fix gue bingung. tp gue akan coba untuk gak nyontek. Indonesia for a better future, yea.
Showing posts with label school. Show all posts
Showing posts with label school. Show all posts
Friday, November 30, 2012
Wednesday, April 04, 2012
Catatan di tengah Kelas Dede Syarif
Crystal clear, lebah madu akan bersiap kembali terbang, berpindah tempat dan hinggap di bunga yang lain. Demi manisan benang sari yang lebih segar. Dan bunga yang lama? Semakin lama akan semakin layu. Mungkin kekeringan, kekurangan air. Dan mungkin sebentar lagi akan mati. Apa boleh buat, bunga itu hanya bisa dengan sabar menunggu datangnya musim semi untuk kembali membentangkan kelopaknya.
Siklus akan selalu berputar, seperti roda tak berujung. Seperti musim sedang yang kian begulir.
Merekah dengan warna pekat, seperti bunga-bunga yang tumbuh kembali di musim semi. Membentuk barisan penuh warna yang membentang diatas bukit. Mengembang keemasan layaknya padi yang baru menguning. Begitulah rasanya, seperti kupu-kupu yang berterbangan kesana-kemari, mengetuk dan menggelitik dinding perut. Sempurna. Seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Semuanya terasa semakin panas. Membara rasa-rasa yang semakin tumbuh. Hangat, sebagaimana terus berlangsung dan semakin menyengat. Manis, seperti gulali yang laris terjual habis ketika musim panas. Terasa begitu lama, seperti yang diharapkan orang-orang terhadap musim ini. Musim yang indah penuh hiburan. Musim yang selalu dinanti-nantikan. Yang seperti tidak akan pernah berakhir.
Ketika daun-daun berganti warna menjadi kuning berpadu coklat. Satu pertanda tibanya musim gugur. Ya, gugur. Dimana daun-daun itu mulai rontok dari dahannya. Memasuki tahapan awal suatu perpisahan menyakitkan. Terbentur aspal, terkoyak sapu, terinjak manusia, terbawa angin. layaknya kecewa, luka perih dan sendu yang mengembang. Pahit, seperti menerima kenyataan yang tidak pernah diinginkan. Kenyataan adanya perpisahan. Perpisahan yang lalu menghasilkan kesendirian.
Sampai tiba dimana putih yang selama ini terpandang suci dan damai berubah mencekam. Dingin, membuat kulit mati rasa. Menghambat peredaran darah, mematikan. Butiran es halus turun dari langit yang menumpuk membentur bumi. Suhu dibawah nol derajat musim dingin menghasilkan stalaktit kristal di dalam goa. Stalaktit yang apabila melesat jatuh mampu menghunus jantung-jantung dibawahnya. Ya, seperti mati.
Hal lain yang dapat dilakukan? Hanya menunggu kembali datangnya musim semi. Berputar, dan selamanya akan selalu begitu. Mungkin kelihatanya melelahkan. Tapi begitulah hidup. Sinkron kan?
Siklus akan selalu berputar, seperti roda tak berujung. Seperti musim sedang yang kian begulir.
Merekah dengan warna pekat, seperti bunga-bunga yang tumbuh kembali di musim semi. Membentuk barisan penuh warna yang membentang diatas bukit. Mengembang keemasan layaknya padi yang baru menguning. Begitulah rasanya, seperti kupu-kupu yang berterbangan kesana-kemari, mengetuk dan menggelitik dinding perut. Sempurna. Seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Semuanya terasa semakin panas. Membara rasa-rasa yang semakin tumbuh. Hangat, sebagaimana terus berlangsung dan semakin menyengat. Manis, seperti gulali yang laris terjual habis ketika musim panas. Terasa begitu lama, seperti yang diharapkan orang-orang terhadap musim ini. Musim yang indah penuh hiburan. Musim yang selalu dinanti-nantikan. Yang seperti tidak akan pernah berakhir.
Ketika daun-daun berganti warna menjadi kuning berpadu coklat. Satu pertanda tibanya musim gugur. Ya, gugur. Dimana daun-daun itu mulai rontok dari dahannya. Memasuki tahapan awal suatu perpisahan menyakitkan. Terbentur aspal, terkoyak sapu, terinjak manusia, terbawa angin. layaknya kecewa, luka perih dan sendu yang mengembang. Pahit, seperti menerima kenyataan yang tidak pernah diinginkan. Kenyataan adanya perpisahan. Perpisahan yang lalu menghasilkan kesendirian.
Sampai tiba dimana putih yang selama ini terpandang suci dan damai berubah mencekam. Dingin, membuat kulit mati rasa. Menghambat peredaran darah, mematikan. Butiran es halus turun dari langit yang menumpuk membentur bumi. Suhu dibawah nol derajat musim dingin menghasilkan stalaktit kristal di dalam goa. Stalaktit yang apabila melesat jatuh mampu menghunus jantung-jantung dibawahnya. Ya, seperti mati.
Hal lain yang dapat dilakukan? Hanya menunggu kembali datangnya musim semi. Berputar, dan selamanya akan selalu begitu. Mungkin kelihatanya melelahkan. Tapi begitulah hidup. Sinkron kan?
Labels:
literature,
school
Sunday, March 11, 2012
Monday, June 14, 2010
buat delapan-delapan
waktu kapan itu gue pernah disuruh tugas bikin puisi bertemakan sekolah awalnya gue bingung. tapi, tiba tiba mendadak masuk ide di otak untuk bikin puisi ini.
Mereka
Karya Annisa Rahma Putriana
Kuhadapkan wajahku pada genangan air
Kulihat sebatang kayu, lusuh dan rapuh
Berdiripun tak mampu
Tapi dengan lapang, mereka datang menopang
Kutatap langit seluas samudera
Hampa, tanpa tarian bintang
Mataku mengawasi, mencari
Tak lama, mereka berada disisi
Asing, sungguh asing
Aku terhentak, terdiam sejenak
Mereka menjabat
Mereka merangkul
Semua tumbuh dari kerangka ruang dan waktu
Bersama, berpeluk kasih lupakan perih
Berbeda-beda penuh warna
Memendam arti penuh makna
Mereka
Karya Annisa Rahma Putriana
Kuhadapkan wajahku pada genangan air
Kulihat sebatang kayu, lusuh dan rapuh
Berdiripun tak mampu
Tapi dengan lapang, mereka datang menopang
Kutatap langit seluas samudera
Hampa, tanpa tarian bintang
Mataku mengawasi, mencari
Tak lama, mereka berada disisi
Asing, sungguh asing
Aku terhentak, terdiam sejenak
Mereka menjabat
Mereka merangkul
Semua tumbuh dari kerangka ruang dan waktu
Bersama, berpeluk kasih lupakan perih
Berbeda-beda penuh warna
Memendam arti penuh makna
:")
Labels:
literature,
school
Saturday, June 12, 2010
berawal dari sebuah kata berubah menjadi makna
mungkin bagi sebagian mnanusia ada yang benci ataupun gaksuka sama lingkungan yg kurang cocok sm dirinya. tp gue yakin seiiring berjalannya waktu semua bisa diterima dan menerima. semua orang pasti begitu, termasuk gue.
wali kelas kita namanya bu jannah yang emang jarang masuk kelas, kurang perhatian sama muridnya aneh gitu gangerti knp. Tapi dia pengertian banget.
Orang2 yang sudah berbakti dan mengabdi dan patut di acungkan jempol untuk melveillous adalah:
Ketua murid itu kalo pas SD bahasanya ketua kelas, sama ajasih Ketua murid gue ini namanya Muhammad Darmansyah. Sukses menjalankan tugasnya selama setahun dengan cukup baik. Seenggaknya km kelas gua rada bejat juga jadi bisa diajak kompromi. Kayak pas razia hp tuh. Raka angga prawira yang jd wkm dan gaji buta. Sekertaris kita namanya Andin anindya, bisa di speak-in juga andin mah. Terimakasih karena setahun sudah menulis kan jadwal kita semua kedalam sebuah agenda yang jelek dan lusuh. Agenda yang udah dua kali ganti, dan mau nyampulin bukunya tanpa dibayar. dan Rentenir penagih duit, Anisa Salsabilla (bella) & Deasy Amanda (Deasy) tiap hari gantian gakbosen diomelin bu kokom sm pak nana. kls 88 ketauan bgt pelitnya soalnya pasti nunggu di umumin di piket dulu baru dikasih uang amalnya. jangan dicontoh ya adik-adik.
Oke awalnya gue sedikit kecewa sama kelas gue pas pertama kali masuk. Gue ketemu anaknya aneh2. Gak pewe. Tapi disitulah ternyata gue nemuin temen2 yang bener2 pengertian luar dalem. well, gua msh ngumpulnya tuh kepisah sama temen kelas tujuh dan masih belum menyatu. Anak cewek juga masih belum banyak yg main sama anak cowok. Terus gue kenalan sama orang yang termasuk banyak pengabdiannya sama gue dalam kurang lebih setahun ini, Nana. Terus gua jadi sering tau nana soalnya kalo pulang sekolah tara online msn pasti bacot nyapa2 mulu.
ulangtahun gue juga sama 88. Waktu itu gue pelajaran olahraga disuruh bikin senam perkelompok. Yg cewek sama yg ceweeek semua. Yg cowok sm yg cowoook semua. Jadi gua deasy maitsa dapet kelompok yg sama cowoknya. Pokonya sm nana, dimas, kesyad, sama satulagi siapa ya? Lupa--" pokonya itu nana jadi inspektur senamnya soalnya yg ngatur2yg semangatnya itu dia. Gue masih inget banget lagunya itu Don't stop the music nya Rihanna. Terus pas latihan gakelar2 pas pulang sekolah soalnya. Terus duduknya lingkaran gitu haaa jadi inget :'D terusan selain hari ulangtahun gue, si Nolzha Primada Ilman (Ocha) itu nembak Windy Khairunissa. Terus aturan si oca gak ngasih gua PJ eh malah gua yg abis duitnya dimintain pajak ulangtahun-_- terus habis selesai latihan senam kan ada 2 kelompok, kelompoknya gua sama kelompoknya tara. Nahterus tiba2 ada yg ngajakin makan ke hokben gua disuruh nraktir. Buset duit gue udah tinggal dikit kalo gasalah waktu itu. Tapi karna pada minta oke akhirnya gue iya-in tp si raka nombokin 20 kalo gasalah. Nah si nana juga nombokin, eh taunya cuman goceng doang dan itu duit gua zet-_- sama siapa aja ya? Kalo gasalah tuh gue, tara, deasy, kesyad, nana, windy, dimas, uma, bella, billa, andin ada gak ya? Lupa. nah itu pas banget hokbennya sepi jadi masuk ke tempat yg kayak ulangtahun gitu kece haha terus foto sok yg punya acara aja gitu seenaknya banget. pokonya makasih banget waktu itu ;'D
selang sebulan kemudian, ganyampe sebulan deng setelah tara nana jadian kelas gue betengkar cewek sm cowoknya. yang inti pertengkarannya ada pada anak cowo ga suka anak cewe nge gossip dan anak cewek ga suka anak cowo bokep. ditambah kelakuan anak baru; firdan.
tapi semuanya kembali normal
Gua sm deasy sm kesyad mulai bikin segitiga perjayusan. mulai dari situlah, langkah kaki gue dengan mereka dimulai. sampai gue pengen menetapkan itu lewat tulisan pendek ini. :)
Labels:
school
Subscribe to:
Comments (Atom)